Pengertian Pertumbuhan dan
Perkembangan:
Pertumbuhan adalah suatu proses
pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan
jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa.
jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa.
Pertumbuhan dan perkembangan
memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup. Misalnya pada manusia,
dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan
melestarikan keturunannya.
1.Bayi
Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 12
bulan, namun tidak ada batasan yang pasti. Menurut psikologi, bayi adalah
periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan.
Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa dimana
Pertumbuhan
dan perkembangan yang terjadi setelah kelahiran merupakan suatu proses
kelanjutan dari proses perubahan dari embrio dan janin.
Saat bayi
lahir, perubahan mendadak antara udara yang hangat di dalam rahim dengan udara
luar yang dingin menyebabkan bayi menangis sehingga menarik udara masuk
paru-paru dan pernapasan pun dimulai. Bayi yang baru lahir memiliki berat
normal antara 2,5 - 4 kg dengan panjang 45 - 55 cm. Bayi baru lahir sangat
lemah dan banyak tidur. Seiring dengan pertumbuhannya bayi mulai belajar duduk,
merangkak, berjalan dan berbicara.
2.Masa Balita dan Anak-Anak
Anak Balita sebagai masa emas
atau"golden age"
yaitu insanmanusia yang berusia 0-6
tahun (UU No. 20 Tahun 2003),meskipun sebagian pakar menyebut anak balita
adalah anakdalam rentang usia 0-8 tahun
Pada saat
bayi lahir, gigi susu serta gigi seri telah ada pada gusi. Namun, gigi susu
biasanya tumbuh pada usia enam bulan atau tujuh bulan. Gigi bawah tumbuh lebih
dulu daripada gigi atas. Geraham pertama muncul antara umur 12 dan 16
bulan, kemudian gigi taring menyusul.
Pada usia
1 bulan, bayi mulai membalikkan kepala, belajar memfokuskan mata, serta
mengkoordinasikan mata de ngan mengikuti benda bergerak. Usia 2 bulan mulai
tersenyum. Selanjutnya, bayi mengkoordinasikan tangan untuk memegang benda.
Umur 3
bulan, bayi sudah mulai belajar bersuara. Umur 6 bulan bayi sudah mulai dapat
membedakan antara orang yang dikenalnya dan orang asing. Memasuki umur 7 bulan,
bayi mulai berputar, duduk, kemudian merangkak, belajar berdiri sambil berpegangan.
Selanjutnya, berdiri tanpa berpegangan di akhir tahun pertama. Selain itu,
mulai belajar meniru bermacam-macam bunyi yang memiliki arti tertentu.
Tahun
kedua, telah mengetahui hubungan dirinya dengan keluarga, dan ingin mengetahui
semuanya. Antara umur 1 – 3 tahun, bayi belajar memusatkan perhatian dan minat
pada benda-benda, belajar untuk tidak tergantung pada orang lain. Perasaan
cemas dan takut mulai ada. Belajar lebih cepat, dapat berjalan, mulai
berceloteh hingga bercakap-cakap, menyelidiki rumah dan sekitarnya, serta
belajar makan sendiri.
Antara
umur 3 – 6 tahun, sifat keingintahuan sangat menonjol. Banyak bertanya,
kemampuan pengamatan bertambah dengan teratur sehingga mulai mampu memecahkan
teka-teki sederhana. Angan-angan anak berkembang pesat, penuh imajinasi,
misalnya teman main pura-pura, ayah khayalan, dan meniru orang tua. Pada masa
balita, sering juga disebut fase emas pertumbuha n dan perkembangan karena
perkembangan massa otak dan pertumbuhan fisik terjadi dengan kecepatan yang luar
biasa.
3. Masa Remaja dan Masa Pubertas
Remaja
adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa,
yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18
tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat,
pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan
perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan
pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian
kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak,
dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Pada masa
remaja terjadi perubahan dalam pertumbuhan fisik yang meliputi pertumbuhan dan
kematangan kepribadian. Masa ini merupakan tahap manusia menuju kedewasaan
sering disebut dengan masa pubertas.
Dalam masa
pubertas ini, pertumbuhan badan terjadi sangat cepat, masa ini adalah masa
pematangan, baik pada laki-laki maupun perempuan. Saat masa pubertas inilah
laki-laki dan perempuan telah mampu menghasilkan sperma dan ovum (sel telur)
yang ditandai dengan ciri-ciri seks sekunder.
Masa
pubertas pada perempuan biasanya terjadi pada usia 9 – 13 tahun. Perempuan akan
bertambah tinggi dan badan yang gemuk menjadi ramping dengan cepat.
Ciri-ciri
seks sekunder pada perempuan yang dapat dilihat:
1.payudara
membesar
2.panggul
membesar
3.rambut
tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak
4.kadang
timbul jerawat
kematangan
organ reproduksi ditandai dengan mendapatkan haid (menstruasi) yang pertama.
Hal ini
menandai adanya pelepasan pertama ovum dari indung telur. Pertambahan tinggi
badan melambat.
Masa
pubertas pada laki-laki terjadi antara umur 10 – 14 tahun. Pada masa ini
kematangan organ reproduksi ditandai dengan terbentuknya sperma dan terjadi
pengeluaran sperma pada saat tidur (mimpi basah).
Ciri-ciri
seks sekunder pada laki-laki:
1.tumbuh
rambut di sekitar alat kelamin dan ketiak
2.tumbuh
kumis serta jenggot
3.tumbuh
jakun
4.suara
menjadi besar
5.otot-otot
membesar
6.dada
menjadi bidang
Setelah
usia 14 tahun, pertambahan tinggi akan berkurang atau melambat. Pada masa
pubertas kecerdasan berkembang cepat, kecepatan dan ketepatan keterampilan
motorik menonjol, dan perkembangan mental terbentuk.
4. Masa Dewasa
dewasa adalah periode
perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia
duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa
pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi
banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara
akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
Pada masa
dewasa, pertumbuhan tinggi badan pada manusia berhenti. Secara psikologis,
manusia sudah matang dalam pemikiran mulai sadar akan tanggung jawabnya.
Memikirkan pentingnya pekerjaan dan pendidikan demi masa depan, juga rencana
untuk berkeluarga.
5. Manusia Lanjut Usia
Pengertian
lansia (Lanjut Usia) adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik, yang di
mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Sebagai mana di ketahui,
ketika manusia mencapai usia dewasa, ia mempunyai kemampuan reproduksi dan
melahirkan anak. Ketika kondisi hidup berubah, seseorang akan kehilangan tugas
dan fungsi ini, dan memasuki selanjutnya, yaitu usia lanjut, kemudian mati.
Bagi manusia yang normal, siapa orangnya, tentu telah siap menerima keadaan
baru dalam setiap fase hidupnya dan mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi
lingkunganya
Manusia
tidak selamanya berada dalam puncak kekuatan. Menjadi tua adalah proses
yang biasa dialami semua makhluk hidup, termasuk manusia. Manusia lanjut usia
sering disebut manula.Pada masa usia lanjut ini, kekuatan tumbuh tulang
berkurang. Jika cedera susah sembuh. Keadaan keseimbangan metabolisme tubuh
berkurang, penyembuhan luka berkurang kecepatannya, kerja organ-organ tubuh
menurun, berkurangnya elastisitas kulit, dan rambut memutih.
Pada
wanita (umur 48-50) mengalami menopause, yaitu berakhirnya kemampuan
organ reproduksi menghasilkan ovum. Pada laki-laki kemampuan seksual
kemungkinan menurun.
Penurunan
yang teratur dalam hal penciuman, pendengaran, penglihatan, dan ingatan. Pada
masa usia lanjut sering terjadi gangguan kesehatan. Hal ini tergantung pada
manusia, bagaimana memelihara dan menjaga kesehatan tubuhnya. Masa ini,
tanggung jawab manusia biasanya sudah ‘;berkurang.



