dana


II.4 WAKTU dan TEMPAT PELAKSANAAN
a. Perlombaan balita dan anak-anak
Hari, tanggal : 17 Agustus 2015
Waktu : Pukul 07.30 WIB s.d. selesai
Tempat : Lingkungan RT 014 / RW 04
KELURAHAN SINDANGRAJA KEC. JAMANIS
b. Acara syukuran HUT RI ke 69– 17 Agustus
2014
Hari, tanggal : 17 Agustus 2015
Waktu : Pukul 07.30 WIB s.d. selesai
Tempat : Lingkungan RT 014 / RW 04
KELURAHAN SINDANGRAJA KEC. JAMANIS
II.5 SUSUNAN KEPANITIAAN
Pelindung :
Penasehat :
Penanggung Jawab :
Ketua Pelaksana :
Sekretaris :
Bendahara :
Seksi-seksi
1. Seksi Acara Malam Syukuran
Koordinator : Iwan
Anggota : Endah Bambang, Iis
Novi, Fauzi, Ari ,Sindhu,
Abdul Rahman, Didi.
2. Seksi Perlombaan Anak-Anak
Koordinator : Sigit
Anggota : Tuti, Kris, Susi, Evi,
Linda, Agus, Didi, Tuing, Daus.
3. Seksi Umum & Dokumentasi
Koordinator : Didik Suryadi
Anggota : Sindhu, Daus
III. ESTIMASI BIAYA
III.1 PENGELUARAN
1. Seksi Kesekretariatan
- Pembuatan Proposal
Rp. 200.000
- Foto kopi
Rp  25.000
Jumlah
Rp.  225.000
2. Seksi Acara Malam Syukuran
- Konsumsi
Rp. 4.000.000
- Hiburan Organ Tunggal
Rp. 2.500.000
Jumlah
                                                       Rp.
6.500.000
3. Seksi Perlombaan Anak-Anak
- Alat dan bahan perlombaan
Rp. 400.000
- Hadiah-hadiah
Rp. 4.000.000
- Snack untuk 60 anak @Rp. 10.000
Rp. 600.000
Jumlah
Rp. 5.000.000
4. Seksi Umum & Dokumentasi
- Cuci cetak foto
Rp. 200.000
- Transport
Rp. 100.000
Jumlah
Rp.  300.000
Total
Rp.12.025.000
Terbilang: (Dua Belas juta dua puluh lima ribu
rupiah)
H. SUMBER DANA
Dana kegiatan ini di upayakan bersumber dari :
• Peusahaan perusahaan
• Swadaya kepanitiaan
• Lembaga yang memiliki perhatian pada
kegiatan pemuda
• Partisipasi warga
• Pemerintah Kota
• Sumber lain yang tidak mengikat
.
IV. PENUTUP

contoh KKK / KKP UNISI


Contoh penyusunan :

1. Judul :

“MENINGKATKAN PELAKSANAAN PROSES POLITIK DALAM PERSFEKTIF WAWASAN NUSANTARA GUNA MENCIPTAKAN STABILITAS POLITIK DALAM RANGKA KETAHANAN NASIONAL”


2. Kata Kunci / Variabel
a. Proses Politik dalam Persfektif Wawasan Nusantara
b. Menciptakan Stabilitas Politik
c. Ketahanan Nasional

3. Pokok Persoalan
Wawasan Nusantara adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan yang berdasarkan ide nasionalnya yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 (Undang-Undang Dasar 1945) yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, bermartabat serta menjiwai tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan nasional. Wawasan Nusantara sebagai konsepsi politik dan kenegaraan yang merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa Indonesia telah ditegaskan dalam GBHN dengan Tap. MPR No.IV tahun 1973. Penetapan ini merupakan tahapan akhir perkembangan konsepsi negara kepulauan yang telah diperjuangkan sejak Dekrarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957. Upaya memelihara atau mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah negara dalam proses politik sangat membutuhkan rasa dan semangat nasional yang tinggi pada setiap warga negara atau segenap komponen bangsa Indonesia, yang sanggup dan rela berkorban demi kecintaannya kepada tanah air dan bangsanya. Kondisi tersebut sesuai dengan tujuan Wawasan Nusantara, yaitu mewujudkan rasa dan semangat nasional yang tinggi pada segenap dimensi kehidupan Dengan demikian, jelaslah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Wawasan Nusantara yang diamalkan secara tepat akan menjadi prasyarat terjaminnya kepentingan nasional, yang sekaligus akan menciptakan iklim kondusif bagi tercapainya tujuan nasional dalam rangka ketahanan nasional

4. Pokok-Pokok Persoalan

1. Bagaimanakah Proses Politik dalam Perspektif Wawasan Nusantara Saat ini?
2. Apakah Pemahaman Wawasan Nusantara dalam Proses Politik dapat Membangun Stabilitas Politik?
3. Bagaimana Konsepsi Wawasan Nusantara dalam Proses Politik dapat Membangun Ketahanan Nasional?
5. Pokok-Pokok Pemecahan Persoalan

Bagian ini merupakan jawaban/ penyelesaian pokok-pokok persoalan yang telah diidentifikasi tersebut di atas yang didiskripsikan dalam kebijakan, strategi dan upaya yang dilaksanakan :

1. Kebijakan dalam upaya Peningkatan Pelaksanaan Proses Politik Dalam Persefektif Wasantara adalah sebagai berikut : “Terwujudnya Peningkatan Pemahaman Wasantara pada seluruh komponen bangsa dalam Proses Politik melalui upaya; meningkatkan kemampuan SDM berbasis Wasantara, melengkapi peraturan perundang-undangan dan memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna mewujudkan Stabilitas Politik dalam rangka ketahanan nasional.
2. Strategi ditetapkan dengan tetap mengacu kepada kebijakan tersebut di atas, maka dengan demikian strateginya adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan Pemahaman SDM terhadap Wasantara dalam Proses Politik.
2. Melengkapi peraturan perundang-undangan
3. Memenuhi sarana prasarana yang dibutuhkan guna menunjang stabilitas politik dalam rangka ketahanan nasional.
Selanjutnya untuk lebih jelasnya arah dari masing-masing strategi, maka dalam penulisan makalah akan diuraikan tujuan, sarana, dan metode yang digunakan dari masing-masing strategi tersebut.

3. Upaya Merupakan langkah riil atau tindakan nyata dan bersifat teknis dari masing-masing strategi tersebut di atas, didalamnya minimal memuat unsur siapa melakukan apa dengan cara (metode) apa atau dengan cara bagaimana. Adapun upaya yang dilakukan terdiri  SOM yaitu seperti terlihat pada tabel berikut :



S
O
M
Pemerintah
Peraturan Perundang-Undangan Orpol/Orsmas
Legislasi
Edukasi

TIPS MEMEGANG KAMERA DSLR (LPM BSI)



TIPS MEMEGANG KAMERA DSLR



 Dari gambar di samping dapat dilihat tangan kiri memegang kamera, sambil jari-jari memegang grip zoom lensa.tangan kanan memegang bagian shutter kamera,disini tangan kanan berfungsi untuk mengatur setting kamera.kedua siku menekan tubuh,posisi ini berfungsi agar kamera tidak banyak goyang,karena ada tumpuan di badan kita.pastikan memegang kamera memandu mata kita pada obyek yang akan di ambil.   Cara diatas juga benar cara diatas akan lebih memudahkan untuk memprtahankan kamera dari getaran tubuh kita,kita boleh sesekali menggunakan posisi ini untuk menggambil gambar yang menggunakan shutter speed lambat,seperti foto landscape,karena dengan posisi ini kamera akan lebih stabil.   Cara memegang kamera yang salah  Dari gambar di atas kita bisa melihat teknik memegang kamera yang salah,dimana dengan posisi itu kamera kita akan rawan sekali terkena goncangan sewhingga susah untuk mendapatkan hasil gambar yang tajam.jangan lupa gantung kamera kita dileher,disini fungsi strap kamera untuk menahan kamera saat terlepas dari tangan kita.   Cara memegang kamera secara vertikal Untuk menghasilkan gambar kita tidak monoton memegang kamera secara hotisontal, suatau saat kita pasti memegang kamera secara vertikal untuk memberikan efek lain pada hasil foto kita, selain itu teknik memegang seperti ini biasa digunakan untuk foto potrait. Dibawah ini adalah gambar memegang kamera yang benar dan yang salah   Di gambar sebelah kanan fotografer memegang kamera dengan tumpuan kedua sikunya pada tubuhnya disini.dengan posisi ini kamera akan lebih stabil. Dengan tangan kiri memegang lensa dan jari2 pada ulir lensa, tangan kanan memegang shutter dan untuk setting kamera. Pada gambar sebelah kiri,ini slah satu teknik memegang kamera yang kurang benar,dimana tumpuan kamera hanya pada tangan kiri saja,kesalahan ini sering sekali kita lakukan,sehingga susah menghasilkan gambar yang tajam.saya sendiri dulu seting melakukan kesalahan ini karena lebih nyaman seperti ini,tapi sekarang ini lebih mudah karena saya sudah memasang baterai grip,sehingga posisi seperti itu jarang saya gunakan. Posisi kaki    Dilihat dari gambar di atas kaki kiri di depan kaki kanan,kuda-kuda ini(cie kayak mau silat) berfungsi agar kita tidak mudah jatuh dan tentu saja untuk menjaga kestabilan kamera.jangan sesekali memposisikan kaki seperti gambar sebelah kirio,karena sengan posisi itu tubuh kita akan mudah sekali goyang   Cara memegang kamera SLR saat kita mengambil pada posisi rendah atau jongkok   Gambar diatas memperlihatkan cara memegang kamera disaat posisi rendah.perhatikan dengan seksama,dari 3 gambar diatas, tumbuan tanagn selalu ada pada kaki,tentu saja tumpuan itu berguna untuk mempertahankan kstabilan kamera.  Dapat dilihat pada kedua gambar diatas.posisi tumpuan tangan.pada gambar sebelah kanan,menunjukkan tumpuan tangan ada di kaki,sedang gambar yang satu lagi.kaki di luruskan sehingga tidak ada tumpuan pada tangan kita. Gunakan benda benda skitar kita untuk menambah kestabilan memegang kamera. Banyak benda yang bisa gunakan sebagai tumpuan,bisa dinding,mobil,pohon,tiang listrik,apa saja yang bisa membantu kstabilan kamera.        Cara memegang kamera saat sedang tiarap Tentunya kita tau untuk menghasilkan gambar tidak melulu mengambil dari angel yang sama,kita perlu mengambil dari beberapa angel untuk menghasilkan gambar yang bagus.kadang kala kita perlu tiarap di lantai.nah untuk memegang kamera saat tiarappun dibutuhkan tukpuan yang kuat pada tangan untuk menjaga kestabilan kamera.     Dapat kita lihat,untuk mempertahankan kestabilan kamera kita harus menggunakan siku,jangan menggunakan badan kita sebagai tumpuan,karena akan mudah goyang.